Surat Terbuka untuk Pak Ali Mazi #1

Thursday, 18 October 2012 0 komentar
Pak Ali Mazi yang saya hormati,
Sebagaimana kita semua mengetahui, Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara hanya tinggal mengitung bulan saja, telah sangat dekat sekali datangnya. Dan sebagai pendukung yang setia tentu saya dan mungkin banyak orang lainnya mulai was-was, rasa khawatir seperti tak henti menyerbu saya hari-hari ini. Di antara geliat, gesit dan gencarnya orang lain ‘menjual diri’, bapak seperti tak nampak terlihat. Padahal ada ribuan orang lainya yang serupa saya, menunggu-nunggu kepastian Bapak maju.

Segala-gala intrik pehaus kuasa kini kemudian menghampar vulgar, norak dan menjijikan sekali. Ribuan slogan menipu dilayangkan melalui baliho yang dipampang dalam ukuran besar sekali di simpang-simpang strategis jalan dalam kota, stiker-stiker dan selebaran lainya yang menambah kumuh kotornya kota.

Orang-orang ini tanpa malu memasang muka besar-besar dalam senyum yang dipaksakan dibuat-buat berharap orang-orang yang melihat berempati dan kemudian menaruh simpati, padahal jejak borok jalan karier mereka telanjang dan telah diketahui umum.  Akan sangat bodoh dan betapa berdosanya kita jika telah mengetahui borok noda itu tetapi masih pula mau menaruh hormat, mengagumi, bahkan kemudian memilih menaikannya sebagai pemimpin.

Kami bisa melihat bagaimana ulah petinggi beringin yang dahulu bapak nahkodai itu, sungguh berbeda kini. Tak samasekali meneduhkan sebagaimana gambar logo yang rimbun meneduhi di lambangnya. Sebagai rakyat tentu saja saya dan mungkin juga sebagian dari kita geram, miris, muak melihat perilaku dan ulah munafik, ilegal menilep dari seorang yang berlaku curang sebagaimana juga dahulu mengkudetamu.

orang itu seenak udelnya melanggar janji, mengabaikan komitmen yang telah disepakati. Pada janji sesama elit saja ia telah berlaku ingkar begitu, bagaimana janji mengabdinya pada rakyat? Telah bisa dipastikan jika orang-orang tak amanah begini naik memerintah berkuasa, maka rusak berantakanlah daerah ini.

Memang ini ranah politik, dan saya sendiri bukanlah politisi, tetapi tidakkah ada etika dan kesopanan dalam berpolitik? Hanya mereka yang dungu dan berjiwa kecil yang beranggapan begitu. Roh dari berpolitik yang sehat itu justru adalah dari memegang komitmen, memelihara etika dan berjiwa besar. Jika tidak, maka para pelaku politik itu hanyalah sekumpulan orang-orang haus kuasa yang tak  berbeda dengan para berandal jalanan yang gila saling rebut wilayah kuasa memakai segala-gala cara.

Maka itu, Pak Ali Mazi yang saya hormati,
Segeralah menyelamatkan diri, tinggalkan kapal yang telah usang, lapuk dan akan karam itu. Lima tahun yang lalu, kapal ini pulalah yang justru mengibuli dan membawamu terjerembab dalam kekalahan yang pedis memerihkan. Pedis memerihkan karena selisih beda suara yang tipis saja dan suara pembeda itu datangnya justru dari daerah sebelah yang harusnya memberikan suaranya untukmu.

Ya memberikan suaranya untukmu sekalipun secara pribadi diantara kalian berdua sedang terjadi ketegangan, tetapi bagaimana urusan pribadi yang tegang itu bisa terbawa-bawa merusak kebesaran partai? Jika berpikir membesarkan partai maka harusnya suara itu dialirkan ke bapak sekalipun di antara kalian sedang berbeda, tak saling cocok. Tapi sikap seperti itu hanya dimiliki mereka-mereka yang berjiwa besar saja.

Partai beringin ini tak pernah belajar dari yang sudah terjadi. Tak berkacakah elit mereka pada Jakarta yang di sana jago calon mereka terdepak tak mendapat suara? Di muka mata hidung mereka calon usungan yang digadang-gadang mereka sendiri itu sebagai katanya paling pas untuk Jakarta dengan membawa slogan ‘tiga tahun bisa’ ternyata keok tak berkutik oleh arus suara rakyat yang datang seperti bah menyapu memberangus mereka. Masihkah mau di Sultra mereka melawan arus suara rakyat? Berkacalah beringin, jangan buruk muka cermin dibelah, jangan tak diingini rakyat, ngotot memakai segala cara memaksakan diri maju sebagai seakan-akan diingini!

Pak Ali Mazi yang terhormat,
Mengakhiri ini, tak ada kata selain hanya mendoakan saja semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama, dalam beberapa hari mendatang, akan melayang berita yang menggembirakan kami. Bahwa bapak telah membulatkan niat dan paling penting telah mendapatkan kunci kendaraan tunggangan untuk maju sebagai calon yang tetap, semoga!

Salam.
Kendari, 18 Oktober 2012

0 komentar:

 

©Copyright 2011 La Yusrie | TNB