Ronaldo yang Malang dan Antiklimaks Mourinho

Tuesday, 8 May 2012 0 komentar

 Ronaldo yang mengaum




Ronaldo begitu girang ketika dua gol sepakannya menaikan Madrid ke langit. Selebrasi gol keduanyapun memantik cibiran sebagai lebay. Ia berlari ke tribun yang memerah dipenuhi pendukung Muenchen dan berdiri memukul-mukul badannya di sana. Sebuah satire unjuk perkasanya diri khas Ronaldo. Dua gol itu kemudian membuat Sepenuh Santiago Bernabeu melambung larut dalam euphoria sukacita. Setalitiga uang di pinggir luar lapangan tempat Mourinho memantau laga, tampak ia sumringah. Dua gol dari kaki pemain kesayangannya di mula-mula babak pertama itu sekejap melepas tegang di wajah sang Special One, menaikan asanya hendak ke Allianz Arena Muenchen tempat laga final dihelat pada 18 Mei nanti. Ia berambisi bersama Madrid kembali mengangkat piala di sana. Muka-muka pendampingnya juga seperti itu, terlihat rileks dan mudah melempar senyum. Bagaimana tidak, membikin satu gol saja  sebenarnya sudah cukup melegakan mereka, apalagi ini telah dua gol di menit-menit awal pertandingan pula. Madrid yang terkenal garang dan memiliki penyerang mumpuni pasti masih akan menambah gol.

Sampai kemudian sebuah musibah turun menimpa. Wasit menunjuk titik putih akibat ulah si nakal Pepe yang menjatuhkan Mario Gomes di area terlarang, tepat hanya selompatan di muka Cassilas. Muka santai Mourinho sontak tegang. Ia berdiri dari duduknya. Ia lipatkan tangannya memeluk dada. Menahan jantung yang berdegup kencang. Para pendampingnya juga memasang muka tegang, menunggu Robben menyepak bola. Berharap-harap Winger Belanda itu salah menyepak, atau terpeleset karena kikuk oleh riuh dan siulan penonton di Bernabeu. Tapi Robben memang berkelas, ia tandaskan tugasnya dengan baik, mempecundangi kipper nomor satu Spanyol Iker Cassilas dengan gampang saja. Sepakannya akurat tembus masuk berbuah gol meskipun sempat membentur tiang gawang. Cassilas memang berusaha menghalau dengan melompat. Tapi lompatannya salah arah. Ia memang telah terbang menggapai bola tapi tak cukup sampai, ia terbang terlalu rendah. Ia melompat menangkap angin saja.


Robben yang perkasa


Sesudah itu permainan monoton saja, sesekali spekulasi menyerang diperagakan, tapi tak ada gol, sampai waktu dipanjangkan sekalipun gol tetap tak lahir. Maka skema adu jago sepakpun dihamparkan, membentanglah drama di sana. Semua mata tertuju memelototi area gawang yang seukuran kecil seluruh lapangan itu. di sini inilah Ronaldo yang mula-mula tadi melambungkan Madrid ke langit mendadak turun merebahkannya kembali, menggeletakkannya ke tanah. Sepakannya dengan mudah dibaca kipper Bayer Munich, sehingga dengan mudah dihalau saja. Matanya membelalak, dua golnya di mula-mula tadi seperti tak berarti. Dua kawannya mengikutinya pula, gagal berbuah gol sepakannya.  Kaka dihalau dengan mudah sepakannya. Sergio Ramos sepakannya melayang sendiri menjauhi mulut gawang. Mourinho yang berlutut memerhatikan sontak berdiri, bergegas pulang menujui ruang ganti meninggalkan anak didiknya itu. hasratnya pupus. Ia gagal ke Munich sebagaimana mimpinya. Langkahnya terhenti  di rumah sendiri, di hadapan tatapan mata supporter pendukungnya sendiri—Santiago Bernabeu.

Mourinho yang memelas


Bastian S. Si Pahlawan

Senasib Barca
Tak berbeda Barca, Madrid tersingkir pula secara dramatis. Tak ada lagi wakil Laliga Primera Spanyol di kancah paling bergengsi antar juara di benua biru itu. Dua raksasa Spanyol itu rontok hanya tinggal selangkah saja menuju puncak. Liga paling prestisius ini akhirnya  melahirkan dua klub yang sebelumnya tak disebut-sebut bisa mencapai puncak. Satu dari London yang dikancah Premier Leaque terseok-seok berjalan kempang sehingga saat ini hanya menderetkan diri di posisi keenam klasemen sementara Liga Primera Inggris. Satunya lagi dari Muenchen Jerman yang perkasa di liga lokal dan menguntit di belakang penguasa Bundesliga Borussia Dortmund . Dua klub tidak unggulan akan saling bertemu merebutkan juara liga para juara di benua biru tahun ini. Siapa yang akan mengangkat piala, Chelsea ataukah Bayer Muenchen?

0 komentar:

 

©Copyright 2011 La Yusrie | TNB