BBM yang Naik, Demonstrasi yang Marak

Thursday, 22 March 2012 0 komentar

mobil tangki pertamina menjadi sasaran amuk massa

Sebuah pom bensin diserbu orang dalam jumlah yang besar. Beberapa orang dari mereka menyandang pengeras suara (megafone) sembari berteriak-teriak mengutuki kegagalan pemerintah. Para petugas pom bensin yang kelimpungan itu kemudian dipaksa mengisi secara gratis pada kendaraan bemotor yang lewat berlalu lintas. Di tengah jalan mobil tangki Pertamina dihujani batu kaca depan sampingnya bolong berantakan dikenai batu yang melayang dari banyak tangan itu, juga ada sebuah mobil pemerintah berplat merah yang sial salah lewat menerobosi orang-orang yang sedang berkerumun mendengar orasi. Mobil itu kemudian jadi bulan-bulanan, diolengkan ke kiri kanan sebelum kemudian dibaringkan oleh sekumpulan tangan yang datang bersamaan banyak sekali. Lalu kemudian sebuah mobil lainnya, tersasar salah mengambil jalan pula. Sebuah mobil dari perusahaan asing  ditahan, sopirnya yang kebingungan dan tampak takut diperintahkan keluar sebelum kemudian disuluti api, seketika api berkobar menjilati seluruh badan mobil naas itu, asap hitam pekat keluar membubung ke langit. Ini di Makassar siang kemarin, telah sangat memanas, telah mengundang kekhawatiran. Orang-orang yang berkumpul, api yang berkobar, asap hitam yang memenuhi langit, tragedi 98 seperti kembali melintas-lintas berseliweran memenuhi benak. Tragedi yang memakan banyak korban, meminum banyak darah yang mengambil banyak tumbal dan melayangkan banyak nyawa.

mobil sebuah perusahaan asing teronggok dibakar massa

Di Medan Sumatera Utara, demonstrasi berlangsung anarkis pula. Di depan gedung DPRD Sumatera Utara polisi dan mahasiswa saling dorong beradu kuat, karena kalap dan emosi menunggangi maka dorong-dorongan itu menaik jadi berjibaku menyusul kemudian saling melempar jotos. Buah dari saling adu dorong dan lempar jotos itu kemudian merebahkan pagar gedung wakil rakyat di Sumatera Utara itu. Di tayangan televisi beberapa mahasiswa pendemo diseret, dibawa paksa secara kasar sekali. Terlihat beberapa diantaranya luka-luka.  Muka mereka peot kena pukul atau benjol mungkin kena tumbuk tongkat polisi karena berontak dalam pegangan hendak melepaskan diri. Paska bentrok itu 34 orang mahasiswa ditangkap dan dibawa ke Mapolres sebagai katanya “diamankan”. Tempat berunjuk rasa kemudian beralihlah ke Mapolres di Jalan H.M. Said Medan. Sekumpulan mahasiswa bergerak menggeruduk ke Mapolres meminta pembebasan ke-34 orang rekan mereka yang ditangkapi itu. dari balik corong pengeras suara mereka lantang  berteriak bahwa bentrok di muka gedung wakil rakyat Sumatera Utara telah di luar kendali dan berjalan di luar kontrol dan rencana aksi mereka

pagar kantor DPRD Sumatera Utara roboh karena aksi saling dorong demonstran-polisi

Kota-kota lain tak kalah memanas beraksi. Siang kemarin beberapa jalan di Jakarta dipenuhi buruh dalam satu suara bergemuruh; menolak penaikan BBM. Bahkan aksi penolakan oleh mahasiswa Universitas Azzahra di Kampung Melayu  Jatinegara sore harinya ricuh dibubarkan karena aksi itu disebut aparat sebagai illegal tanpa surat izin . Di Jogja kantor dewan wakil rakyat disambangi sebagai protes agar orang-orang dalam gedung itu lebih sensitive dan aktif menyuarakan penolakan penaikan BBM. Di Madiun, Surabaya, Menado, Kendari, Maluku hingga di Papua dan pada umumnya kota-kota laiinya di tanah air tenggelam larut dalam euphoria aksi penolakan

demo di Kampung Melayu Jatinegara, Jakarta


Kompensasi yang Salah Alamat
Banyak orang yang mencibir dan melihat ketakbijakan pemerintah terutama pada upaya pemberian kompensasi sebagai akibat dinaikannya harga bahan bakar minyak bersubsidi. Pemberian BLT atau Bantuan Langsung Tunai (pemerintah kini menyebutnya BLSM) pada rakyat miskin sebagai kompensasi penaikan BBM disebut beberapa pengamat sebagai langkah tak cerdas, tak bijak, bahkan para politisi oposan menyebutnya sebagai terkesan memberi keuntungan pada partai penguasa di tengah situasi mendekati pemilu 2014. Rakyat tak ditolong dengan subsidi yang setengah hati itu, kebijakan yang tak bijak itu tak cerdas, tak solutif dan seperti hanya memberi kesenangan sekejap yang sesaat saja. Subsidi akan lebih tepat dan lebih baik jika diarahkan pada bantuan pendidikan, pemberian bantuan kesehatan untuk berobat gratis bagi warga miskin, pemulusan jalan yang berkubang, perbaikan infrastruktur yang tercecer tidak diurus karena minimnya dana pemeliharaan, masih banyak lagi yang lainnya. Bantuan langsung tunai sebagai program kompensasi yang diusulkan pemerintah tidak akan pernah dapat menjangkau masyarakat miskin yang rawan terhadap dampak kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Kompensasi semestinya diwujudkan melalui postur komprehensif Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2012 yang direkayasa sedemikian rupa sehingga efektif menjaga daya beli masyarakat sekaligus produktif menggerakkan perekonomian masyarakat.

Ah, BBM memang jika sedang labil bermain-main selalu Benar-Benar Memusingkan. Tak hanya  membuat kening pemerintah berkelok menaik tetapi juga membikin rakyat yang memang telah kepanasan karena masifnya korupsi seperti tersetrum bertambah kepanasan. BBM yang Naik, Demonstrasi penolakan juga menaik. Semoga Tuhan melindungi dan menyelamatkan bangsa ini.

0 komentar:

 

©Copyright 2011 La Yusrie | TNB