Duka di Bataraguru

Tuesday, 23 August 2011 0 komentar

Pada Sabtu 20 Agustus 2011, ketika siang di puncak terik, pukul 12.20 Wita. Api mengamuk berkobar, menjilati lebih empat puluhan rumah saudara-saudara kita di Bataraguru Kota Bau-Bau. Segera saja duka bersarang di muka mereka-mereka yang rumahnya menjadi puing dan mengabu setelah lantak diembat si jago merah itu. Belum ada yang memastikan darimana bersumber dan muasal api itu. Lokasi tempat api berkobar itu memang padat sesak sekali, rumah nyaris bersambungan tak henti, lorong-lorong kecil serupa setapak menjadi jalan berlalu lalang dan pemisah antar rumah. Lokasi padat sesak itu dihuni sebagian besar saudara-saudara kita, orang-orang Gu dan Labueya.



Sabtu kemarin itu adalah sabtu kelabu bagi warga dan saudara-saudara kita di Bataraguru tanggul. Tiba-tiba saja asap hitam pekat mengepul ke udara. Orang-orang berlarian dalam panik sembari berteriak meminta tolong diselamatkan. Para pemuda bergumul dan berlomba dengan pencuri mengangkuti barang-barang yang sebisanya diselamatkan. Tapi api terlalu perkasa. Terlalu hebat. Menjalar liar diluar pengendalian. Dalam sekedipan mata ia telah mengabukan lebih empat puluhan rumah. Sembilan unit pemadam kebakaran dikerahkan, tapi seperti mereka kalah gesit, kalah tangkas, tak selincah api yang meliuk berkobar-kobar itu. Mereka datang tak tepat waktu sehingga dapat diduga mereka seperti hanya menonton saja, bingung kelimpungan berusaha memadamkan sekuatnya saja. Lokasi padat yang sesak itu memaksa mereka tak bisa jauh masuk merangsek ke dalam-dalam, sehingga itu mereka di jalan raya saja, menjaga api tak meluas jalaran nya tak melebar kemana-mana.



Pada foto-foto kiriman sahabat via facebook, nampak terlihat seorang nenek renta termangu bersedih. Ia duduk memeluk cucunya, melihat api dari jauh melahapi rumahnya. Tak ada bisa dibuat selain berduduk saja itu. Rumahnya terlalu dekat sumber api, terlalu jauh ke dalam-dalam sehingga tak dijangkau petugas pemadam kebakaran. Dalam duduk termangu itu mungkin ia membayangkan harta benda yang tak kuasa ia selamatkan, juga rumah itu yang telah berpuluh tahun ia bangun, tetapi hilang perginya dalam sekejap saja. Ini seperti mimpi. Padahal sabtu pagi rumah itu masih meneduhi mereka, masih menaungi mereka tetapi kini ludes habis dilalapi api sehingga tersisa abu arang saja, dan mereka harus mencari tempat berteduh dan tinggal yang baru.



Duka di Bataraguru, adalah duka kita semua. Duka yang menguji sabar, duka yang menguji ikhlas, menguji soliditas dan kebersamaan kita sebagai saliwu yang sesaudara. Kadang-kadang ketika jeweran tak lagi mempan menyadarkan kita, Tuhan memerlukan menampar sehingga kita sadar. dan hanya dalam sadar itu kita bisa kembali mengenali-Nya.


Semoga saudara-saudara kita yang terkena musibah, yang rumahnya ludes diambil api, Tuhan menguatkan mereka. Meneguhkan hati mereka dalam tabah. Setiap ujian adalah peringatan, dan Dia berkata tak akan memberi ujian diluar batas mampu hamba-Nya.


Tuhan mengetahui apa yang tidak kita ketahui

Itulah kita disuruh-Nya terus berserah diri

Bahwa di balik setiap musibah ada hikmah

Semoga Tuhan menguatkan kita semua

Amien…..

0 komentar:

 

©Copyright 2011 La Yusrie | TNB